September 21, 2021

Psychology & Technology

Improvement & People Development

Latihan Memanah Menjadi Olahraga Unggulan Keluarga

Olahraga Memanah di Indonesia

Le Eminence – Pagi ini saya bersama keluarga memulai aktivitas memanah di halaman olahraga sekitar rumah. Saya sudah lama tidak memegang busur panah, sehingga genggaman tangan dan lengan terasa kaku. Tarikan pertama tidak terasa, baru ditarikan 5 dan seterusnya lumayan megap-megap, hehe…

Padahal sebelumnya saya juga melakukan pemanasan jari jemari dan gerakan lengan supaya lebih rileks. Tapi dikarenakan sudah lama tidak berolahraga memanah. Pemanasan yang lama atau sebentar, ataupun benar tetap tidak berefek. Masih saja pegal.

Insya Allah aktivitas memanah ini akan menjadi olahraga unggulan dilakukan secara rutin per minggu. Cukup melakukan 70 kali tembakan perminggunya sudah membuat otot-otot tangan dan jari jemari semakin terbiasa.

Memanah sebagai Program Olahraga Unggulan Keluarga

Memanah adalah salah satu olahraga yang dianjurkan Rasulullaah. Memanah bermanfaat dalam melatih kefokusan atas target yang disasar. Aktivitas memanah melatih otot-otot tangan dan otak si pemanah dalam memperhitungkan gaya lepas tembak. Bukan insting yang digunakan, namun logika dalam mengeksekusinya.

Di olahraga memanah ini, pemanah diwajibkan taat akan aturan. Mengapa? Karena ketika seorang pemanah sudah memegang busur, maka tingkat bahaya resiko sudah muncul. Di tahapan berikutnya, si pemanah mengambil dan memasang anak panahnya, maka secara otomatis resiko bahaya meningkat. Sudah seharusnya di saat pemanah meletakkan anak panah pada tali busur, sudah tidak ada candaan. Di tahap itulah, si pemanah wajib serius dan fokus pada target yang telah ditentukan.

Mengapa Memanah Menjadi Pilihan Olahraga Unggulan? Mindset yang saya bangun untuk keluarga adalah melatih kebugaran tubuh dan mental. Ketika saya melatih memanah, maka saya melatih emosi untuk bisa dikelola. Jika suasana emosi tidak stabil, maka target yang terlihat jelas dan busur serta anak panah yang bagus pun tidak akan tertembak dengan tepat, pasti meleset.

Hari ini saya sudah melakukan penembakan sebanyak 49 kali. Dua tembakan mengenai target botol, dan sisanya melenceng ke mana-mana. Bagi saya hari ini banyak sekali pelajaran dari memanah, diantaranya;

  1. Latihan yang benar, insya Allah akan menghasilkan hasil yang diharapkan.
  2. Olahraga tidak boleh instan, selalu ada tahapan yang dilalui. Berikan waktu untuk pembiasaan, jangan terburu-buru dengan standar yang tinggi.
  3. Lakukan perbaikan dalam setiap tembakan. Jangan biasakan dengan puas atau metode yang itu-itu saja. Latih pikiran dengan melihat sebab-sebab target meleset, misalnya faktor angin dan kondisi anak panah pun selalu diperhatikan.

Sementara itu dulu ya, Insya Allah saya lanjutkan cerita memanah di lain waktu. Semoga bermanfaat.

Oh ya. Apa olahraga unggulan kamu saat sendirian atau bersama keluarga?

West Borneo, 10/01/2021 – SPW