Kuat Eksekusi, Gimana Caranya?

Le Eminence – Tidak menunda-nunda pekerjaan. Jika muncul rasa malas, segera berdoa. Sebenarnya yang merusak kita adalah rasa malas dan hilang fokus (tidak menuntaskan) pekerjaan. Kita sering ingin berusaha melakukan banyak hal atau mengerjakan hal-hal lain namun khilaf memikirkan dampaknya.

Ingin menguasai semuanya, namun tidak fokus. Ingin mengerjakan semuanya, namun tidak selesai (tidak tuntas). Sebenarnya ini penyakit.

Jika kita mampu mengelola waktu dan pekerjaan, insya Allah hasil pekerjaan berkualitas, namun jika sebaliknya maka banyak yang keteteran dan merusak ritme pekerjaan profesional.

Ingat pekerjaan itu sifatnya serial lebih banyak dibandingkan paralel. Jika kita bekerja pasti serial, menunggu 1 selesai, baru yang lain dikerjakan. Di tim pun demikian, sehingga kita harus banyak berpikir ketika kita tidak mengerjakan ini, pasti banyak hal lain yang tertunda atau berdampak.

Belajar untuk sistematis seperti penelitian, sebenarnya di Qur’an ada dalam penggalan ayat Al insyrah.

Jangan sering mengeluarkan alasan karena kita sedang mengerjakan ini itu, sehingga mengganggap itu lebih utama dari yang lain. Namun mulai untuk berpikir, jika saya tidak menuntaskan segera maka banyak hal yang akan dikorbankan, seperti waktu, tenaga, uang, hubungan rekan/kerja, dan lain sebagainya.

Satu contoh, yang pernah saya alami dan akhirnya bertobat. Saya senang mengerjakan aktivitas banyak terutama untuk umat, akhirnya merusak saya secara pribadi. Saya terkenal sebagai manusia sibuk dimana saja, baik di kampus dan di luar kampus. Jika ditotalkan belasan organisasi/lembaga.

Banyak amanah yang diberikan ke saya, lolos begitu saja. Hingga akhirnya saya merenung dan meninggalkan yang tidak sesuai dengan road map harapan saya. Maka saya ambil 3 organisasi saja, dan akhirnya saya berhasil mengerjakan semua pekerjaan dengan tuntas dan hasil terbaik. Hingga hari ini saya pun masih berkomunikasi dengan 3 organisasi dan memberikan dampak positif ke saya.

Di perusahaan saya bekerja (mengabdi), ada 19 BU (bisnis unit) yang harus di Support. Tiap hari hanya mengumpulkan data dan menampilkan data hingga mudah dieksekusi di lapangan.

Awalnya saya keteteran waktu dan tenaga, karena waktu kami 24 jam sama (all bisnis unit) persis sama, kecuali ada yang jam shift. Sedangkan kemampuan saya terbatas (12 jam kerja maksimal (kerja non stop) selebihnya istirahat dan keluarga, dan pribadi (belajar). Shalat adalah waktu istirahat yang pas untuk saya.

Saya kerjakan semuanya bertahap, dan menyiapkan tools di Handphone. Saya susun perencanaan dan kesepakatan bersama ke semua pihak supaya saling komitmen.

Alhamdulillah, Allah telah mudahkan urusan sehingga saya bisa melaluinya.

Saya pernah mengalami stress ketika diuber oleh banyak orang. Inginnya menghindari dan pergi selamanya. Ini pernah saya alami. Pekerjaan tiba-tiba datang bertubi-tubi. Namun istri saya berkata, “selesaikan dan minta tolong Allah”. Alhamdulillah selesai. Karena saat itu yang membuat kesulitan saya adalah bersamaannya waktu menyusun dan menganalisis masalah hingga muncul strategi perusahaan (corporate strategi).

Analisis itu butuh otak yang encer, kalau sudah buntu.. masalah!

Jika buntu, berdoa ke Allah.

Mendekati orang-orang yang tepat. Siapa itu? Orang-orang yang mau menjadi mentor kita, tapi yang jelas wajib berilmu. Memilki sikap berani menegur kita dengan bahasa lembut dan kasih sayang hingga membantu kita menyelesaikan masalah kita.

Jika dapat mentor ini, jangan ditinggal pergi, tapi serap ilmunya.

Terkait bagaimana supaya tidak lemah eksekusi?!

  1. Berdoa dari kemalasan
  2. Jangan menunda-nunda pekerjaan
  3. Kurangi banyak aktif di semua kegiatan (jika blm mampu mengelola waktu, pikiran, & tenaga). Jika mampu lanjutkan.

Selamat mencoba guys!

Leave a Comment