September 21, 2021

Psychology & Technology

Improvement & People Development

Jaringan 5G, siapa Pioner Pertama Di Indonesia

Le Eminence ~ Perlombaan untuk mewujudkan jaringan 5G bakal memanas pada semester II/2020 setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan akan membuka lelang pita frekuensi radio 2.300 MHz untuk pertama kalinya dalam 3 tahun terakhir.

Sejumlah operator seluler langsung menyatakan minat untuk mengikuti lelang tersebut guna meningkatkan pelayanan. Peluang untuk menggapai jaringan 5G melalui lelang kali ini ini terbuka lebar bagi dua operator, yakni Telkomsel dan Smartfren.

Mengapa hanya mereka berdua?

Pasalnya, keduanya telah memanfaatkan lebar pita sebesar 30 MHz pada spektrum 2.300 MHz. Dengan tambahan lebar pita 30 MHz lagi yang dapat diperoleh melalui lelang ini, maka layanan 5G tak perlu lagi menjadi sekadar angan-angan belaka.

Sementara itu, bagi operator lain yang belum memiliki lebar pita 30 MHz, seperti XL, Indosat, maupun 3, lelang tersebut hanya akan memperkuat jaringan 4G mereka saja. Namun, hal itu tentunya tetap menjadi langkah maju yang signifikan. Adapun, perlombaan untuk menjadi pionir atau bahkan menguasai layanan 5G menjadi penting jika melihat potensi pasar dalam beberapa tahun mendatang.

Pada 2025, misalnya, Indonesia diproyeksikan menjadi pasar gawai terbesar ketiga setelah China dan India seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan jaringan yang dapat diandalkan. Di sisi lain, pihak regulator tengah mempercepat pembahasan mengenai aturan main 5G. Pembahasan tersebut akan fokus pada perangkat, frekuensi, implementasi, hingga peta jalan.

Mari kita tunggu siapa yang menjadi pionernya.