Go Virtual

Le Eminence – Pandemi telah mempercepat proses migrasi dari offline menuju online. Pandemi memaksa kita bekerja secara work from home (WFH) melalui platform Zoom, google meet, teems, dan lain sebagainya. Pelajar dan mahasiswa pun diharuskan belajar secara online. Berbelanja pun demikian, banyak transaksi via e-commerce. Konsumen dipaksa oleh Covid-19 bermigrasi ke ranah digital. Semua merasakan dampaknya.

Dengan adanya pandemi covid, makin banyak aktivitas hidup kita yang kini dijalani secara virtual melalui layar smartphone, laptop, ataupun tablet.

Tidak hanya pekerjaan dan sekolah, kebiasaan menonton film di bioskop pun terjadi. Netflix dan youtube menjadi pilihan dalam menikmati layanan hiburan streaming.

Saya mengalami dampak secara pribadi dari pandemi ini, yaitu melakukan pertemuan atau rapat menggunakan aplikasi Zoom dengan durasi 6-10 jam perhari. Pertama kali menghadapi situasi ini membuat saya stres. Saya terbiasa bertatap muka langsung dan beristirahat sesuai jadwal. Kali ini saya sudah tidak merasakannya lagi. Kelelahan menghampiri saya, waktu tidak teratur. Kehidupan keluarga dan pekerjaan pun sudah tidak tersekat pembatas. Mengenaskan sekali.

Hanya selisih menit saja, saya mampu melakukan rapat dengan orang-orang di lokasi dan tema yang berbeda-beda. Fantastis!

Pandemi menuntut kita untuk melakukan social distancing dan physical distancing. Ketika tuntutan aktivitas keseharian harus tetap berjalan, maka media digital menjadi solusi sementara atau kalau boleh saya putuskan bisa menjadi selamanya.

Anggapan umum sering mengatakan bahwa dengan adanya migrasi digital besar-besaran akibat pandemi, maka kita akan serta merta meninggalkan dunia offline. Namun kenyataan tidak demikian. Di dunia ini tidak pernah ada perubahan yang betul-betul ekstrim, karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang piawai beradaptasi.

Semoga bermanfaat.

02/01/2021 SPW

Leave a Comment