September 21, 2021

Psychology & Technology

Improvement & People Development

Cara Mudah Breakdown Omset Penjualan

Le Eminence – Pagi ini melihat omset perusahaan sahabat, miris sekali. Bulan ini mencapai Rp 13 juta, padahal omset yang direncanakan sebesar Rp 50 juta. sehingga masih ada kekurangan sebesar Rp 37 juta.

Kita wajib bersyukur, kita mengetahui hal ini dengan segera dan juga masih di awal tahun Januari 2021. Insya Allah masih ada kesempatan untuk memperbaikinya.

Cara perbaikan yang harus dilakukan sahabat saya agar tercapai target omsetnya di bulan berikutnya adalah:

1. Berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Allah yang berkendak atas rezeki kita. Rezeki memang tidak akan tertukar. Namun tidak cukup dengan usaha yang kita lakukan dan tidak hanya meminta kemudahan setiap urusan saja, namun kita wajib meminta pertolongan kepada Allah supaya rezeki yang kita nikmati adalah halal dan berkah.

2. Mem-breakdown dari omset tahunan menjadi bulanan dan harian.

Misalnya target omset tahunan perusahaan 1 Miliar, maka di breakdown menjadi 12 bulan, dan selanjutnya di turunkan menjadi 30 hari. Dapat kita lihat pada tabel di bawah ini:

WaktuOmset (Rp)
Tahunan1.000.000.000
Bulanan83.333.333
Harian2.777.778

Maka dari tabel di atas, bisa kita lihat target omset harian sebesar Rp 2,7 juta. Kita melihat lebih mudah dan tidak terasa terbebani. Semakin kecil atau detail, maka kita semakin mudah untuk mengetahui cara mencapai target omsetnya.

3. Mengelompokkan calon konsumen project dengan harian.

Omset harian dan project dapat kita berikan bobot masing-masing. Beberapa perusahaan biasanya memberikan bobot omset project sebesar 40%, sedangkan omset harian sebesar 60%.

OmsetBobot (%)Jumlah (Rp)
Harian40 %400.000.000
Project60 %600.000.000

Setelah kita bisa mengetahui sumber utama besaran omset perusahaan. Kita selanjutnya mencari penyebab-penyebab mengapa omset belum tercapai.

4. Mencari penyebab-penyebab konsumen belum melakukan transaksi.

Di bagian ini kita harus terbiasa untuk melakukan analisa mendalam. Biasanya saya menggunakan fishbone dengan mengelompokkan faktor penyebabnya. Di perusahaan Manufaktur biasanya membagi penyebabnya antara lain; material, machine, methode, dan man. Namun untuk perusahaan jasa atau bagian Marketing and Sales membagi penyebabnya antara lain; product, promotion, price, place atau disingkap 4P. Prinsip-prinsip inilah kita seharusnya terbiasa melakukan analisa.

5. Mencari solusi untuk mengatasi faktor penyebab utama (akar masalahnya).

Di langkah ini, gunakan teknik 5 why untuk menemukan solusi masalah yang terjadi di perusahaan. Berikan pertanyaan-pertanyaan mengapa hal ini dan hal itu terjadi hingga kita tidak mampu lagi memberikan alasan yang menggantung. Pastikan setiap alasan penyebab tertuju pada satu akibat.

Berdasarkan langkah-langkah di atas, insya Allah urusan omset bisa teratasi.

Jangan jemu-jemu untuk melakukan perbaikan. Selalu fokus untuk menyelesaikan masalah, bukan menghindari masalah. Carilah orang yang mampu membantu untuk mengembangkan diri kita, bukan memilih untuk menutup diri atau mencari pelatih yang keliru.

Semoga langkah sederhana ini bisa dilakukan.

West Borneo, 25/01/2021 – SPW