Artikel Le Eminence Hampir Lewat Jam 00.01 AM

Le – Eminence – Selama seharian aktivitas saya adalah pekerja profesional di perusahaan multinasional. Tugas utama adalah sebagai penggerak roda Improvement and People Development. Melelahkan memang secara pikiran dibandingkan fisik. Sepanjang hari hanya berkutat dengan masalah perusahaan. Menganalisa penyebab masalah itu muncul, mem-breakdown satu demi satu atau mengupas tuntas hingga ke akar masalahnya supaya ditemukan solusi yang tepat (counter measure), bukan solusi sementara (temporary solution) dari setiap masalah yang dihadapi perusahaan. Semua divisi bermuara pada satu sistem yakni improvement, yang di dalamnya ada saya.

Bisa dibilang saya adalah penggugah dan pengubah orang lain berubah lebih baik. Ini sebenarnya menjadi tanggungjawab yang luar biasa besar. Saya harus memulai dan memastikan setiap metode yang diungkap berhasil. Bagi saya ini adalah tantangan bukannya beban.

Jika tiap hari saya anggap ini sebagai beban, maka sepanjang saya berada di posisi improvement maka sepanjang usia itu pula saya akan terasa berat hidupnya, ujung-ujungnya mengalami sakit psikologis berupa distress. Namun jika tiap hari saya anggap sebagai tantangan (challenge), Insya Allah semuanya akan nyaman dan saya bisa lebih produktif dalam menjalani tiap situasi ini.

Tiba-tiba saya terbangun dan teringat bahwa belum menyelesaikan tugas sebagai blogger yang berkomitmen menuliskan satu artikel per harinya. Jam handphone menunjukkan pukul 22.35 WIB dimana beberapa jam lagi akan berubah hari.

Bergegas saya mengusap wajah dengan air serta meminum segelas air mineral. Laptop dihidupkan dan mulai berpikir. Apa yang hendak saya tuliskan pada Le Eminence?

Lima menit tidak kunjung menemukan ide, akhirnya saya memilih untuk menuliskan keseharian saya saja. Inilah tulisan yang muncul dan mengalir. Sempat tidak percaya, saya mampu menuliskannya.

Ada pelajaran yang saya peroleh tadi malam, yaitu saya harus mengubah waktu pemostingan artikel yang dahulunya jam 22.00 WIB menjadi 21.30 WIB.

Mengapa saya memajukan 30 menit lebih awal dari sebelumnya?

  1. Saya bisa mempersiapkan materi yang akan dituliskan.
  2. Saya tidak mengantuk di pagi harinya.
  3. Waktu istirahat saya pun efektif dan efisien.

Hambatan yang akan saya hadapi adalah menidurkan anak pertama saya yang bernama Gathan. Saya memiliki waktu 30 menit dalam mengantar tidurnya. hehehe.

Semoga mas Gathan bisa mengerti mengenai pekerjaan ayahnya. Selain berprofesi sebagai pekerja, ayahnya juga berprofesi penulis.

Semoga bermanfaat.

West Borneo, 07/01/2021 – SPW

Leave a Comment