September 21, 2021

Psychology & Technology

Improvement & People Development

29 Oktober 2018

Le Eminence – Pada tanggal 24-28 Oktober 2018 saya melakukan kunjungan kerja ke Jakarta. Menghadiri undangan Trade Expo Indonesia 33 rd yang diselenggarakan oleh Kementrian Perdagangan Indonesia. Tema pamerannya adalah “Creating Product For Global Opportunities.

Saya tidak akan menceritakan mengenai pamerannya, namun ada suatu peristiwa penting yang terjadi di tanggal 29 Oktober 2018. Saat itu, sebelum berangkat pulang menuju Pontianak. Saya sempat melakukan perjalanan ke daerah Kalibata. Sebelum pameran, saya sudah memiliki rencana singgah di rumah makan/restoran Arabian Food. Setelah kunjungan selesai, saya melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Bandara Soekerano-Hatta.

Sesampai di bandara sekitar siang hari, sudah ramai dengan kepolisian dan pihak keamanan bandara. Saya mengira ada tamu kenegaraan yang datang sehingga ramai tidak biasanya. Banyak wartawan dan warga sipil yang berlarian. Saya belum paham betul apa yang terjadi saat itu. Namun ada banyak orang yang menangis di bagian layanan publik Lion Air. Saya mencoba bertanya ke salah satu orang yang berada di kerumunan. Ternyata hal yang mengejutkan terjadi. Sebuah pesawat Lion Air yang terbang dari Bandara Soekarno Hatta tujuan Bandara Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang.

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, di hari itu pula saya juga akan naik pesawat Lion Air menuju Pontianak. Lemes juga mendengar kejadian itu. Sedih melihat para keluarga korban menangis histeris sambil menunggu kabar terkait pesawat.

Sepanjang waktu sebelum penerbangan, saya mencoba untuk menenangkan diri. Berdoa semoga setiap perjalanan (safar) ini diberikan keselamatan dan lindungan dari Allah. Saya merasakan bahwa perjalanan menggunakan pesawat memang menakutkan. Disitulah kepasrahan diri kepada Allah. Tiada daya dan upaya yang dapat dilakukan tanpa kehendak-Nya.

Ada dua kebiasaan yang saya lakukan sejak mahasiswa yaitu membawa Quran dan menjaga wudhu dalam perjalanan (safar). Saya sering membaca Quran di bus, kereta api, dan pesawat yang jarak tempuhnya lebih dari 3 jam. Melalui aktivitas membaca Quran, saya mencoba membuat hati tenang saat perjalanan. Jika andai saya meninggal, saya ingin diambil saat membaca Quran dan dalam keadaan berwudhu (bersih). Itu saja keinginan saya.

Semoga Allah memberikan tempat terbaik kepada korban Jiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 dan seluruh keluarga yang tertimpa musibah diberikan ketabahan dan kesabaran.

Semoga bermanfaat.

West Borneo, 09/01/2021 – SPW